Informasi Artikel
- Published by: Pusat Pelatihan Pertanian
- Date: 13-10-2026
Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Ratusan P4S Jawa Tengah Diberdayakan
<p>SUKOHARJO – Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mendorong pemberdayaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.</p><p>Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, Kementerian Pertanian RI, Sukim Supandi, S.Sos., M.M., mengatakan, kehadirannya di P4S Mubarok Farm menjadi kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan pengurus, ketua, serta mahasiswa yang tengah menjalin kerja sama dan mengikuti kegiatan pelatihan.</p><p>Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi antara pengelola P4S, lembaga pelatihan, dan kalangan mahasiswa perlu terus diperkuat agar pengembangan P4S dapat berjalan secara berkelanjutan.</p><p>Ia berharap P4S di Jawa Tengah terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.</p><p>Sukim menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 317 P4S di Jawa Tengah.
Sementara itu, jumlah P4S di Jawa Tengah dan DKI Jakarta secara keseluruhan mencapai sekitar 481 unit.</p><p>“Alhamdulillah, hari ini saya sudah bisa bertatap muka dengan pengurus, ketua, serta mahasiswa yang sedang menjalin kerja sama.
Harapannya, P4S yang ada di Jawa Tengah terus berkembang dan dapat mendukung program pemerintah, terutama dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” ujarnya.</p><p>Lebih lanjut, identifikasi terhadap P4S di berbagai wilayah dinilai penting untuk mengetahui kondisi, potensi, serta kebutuhan pengembangan masing-masing lembaga.
Dengan demikian, upaya pemberdayaan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai dengan potensi daerah.</p><p>Keberadaan P4S diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelatihan pertanian, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman bagi petani serta generasi muda yang ingin mengembangkan usaha di sektor pertanian.</p><p>Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan perluasan kerja sama, P4S diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat.</p><p>Pemberdayaan P4S Mubarok Farm di Baki, Sukoharjo, menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, pengelola P4S, petani, dan lembaga pendidikan diharapkan terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.</p><p>Sementara itu, Saryadi selaku pemilik P4S Mubarok Farm menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga ketahanan pangan keluarga.
Menurutnya, lahan yang tersedia dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman lainnya dengan menerapkan sistem hidroponik serta integrated farming.</p><p>“Dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada, kita dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.
Berbagai tanaman sayuran dan tanaman lainnya bisa dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik dan integrated farming, sehingga lahan menjadi lebih produktif dan memberikan manfaat bagi keluarga,” jelas Saryadi.</p><p>Ia menambahkan, konsep tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal teknologi pertanian dan mengembangkan usaha secara mandiri.
P4S Mubarok Farm pun terus berupaya berbagi pengetahuan dan pengalaman agar pemanfaatan lahan pekarangan dapat diterapkan secara lebih luas.(Daffa)</p><p>Sumber: Begawan.News</p>